Muslimah Community

Muslimah Discussion Blog

Aug
05
Posted by Azzahro

KEPUTIHAN??????

Tentunya bagi kaum Hawa keputihan bukan sesuatu yang asing bukan, dari remaja sampai ibu2 tentu sudah kenal bahkan mungkin pernah mengalaminya. Berbahaya ga sih sebenarnya keputihan itu dan normalnya yang seperti apa, mari kita bahas……

Dalam bahasa medis keputihan dikenal dengan sebutan Fluor Albus yaitu cairan kental keputihan yang keluar dari vagina dan rongga uterus. Tidak semua Fluor albus bersifat patologis (di luar kenormalan). Cairan  vagina normal bersifat encer tidak kental, tidak berwarna, tidak berbau, serta dipengaruhi oleh kadar hormon sehingga jumlahnya akan meningkat pada pertengahan siklus haid.

Penyebab keputihan bermacam-macam, bakteri, jamur,dan akibat penyakit kelamin (gonoroe). Penggunaan sabun mandi sebagai pencuci vagina sangat tidak dianjurkan. Hal ini dikarenakan flora normal yang ada di vagina bisa mati. Selain itu penggunaan antibiotik spektrum luas jangka panjang juga mempunyai efek samping timbulnya jamur candida pada vagina. Tentu saja kebersihan dari vagina sangat berpengaruh.

Gejala keputihan ini pun bermacam-macam, tergantung dari penyebabnya. Ada bakteri yang bernama Bakterial vaginosis, jika bakteri ini yang menyebabkan keputihan maka gejalanya biasanya didapatkan cairan vagina yang homogen dan berbau amis, biasanya juga disertai kemerahan, sakit, sedikit bengkak. Lain lagi jika penyebabnya bakteri Trichomonas vaginalis, biasanya ada keluhan berupa cairan vagina yang banyak dan berbau. Cairan vagina yang klasik berwarna kehijauan dan berbusa. Klo penyebabnya jamur, terdapat rasa panas atau iritasi pada vulva, cairan vagina yang banyak, seperti kepala susu/ktim, atau sedikit dan cair seperti susu pecah. Pada dinding vagina biasanya dijumpai gumpalan seperti keju.

Untuk pencegahan yang paling utama adalah jaga kebersihan vagina dan daerah sekitarnya. Gunakan pembersih yang sesuai dengan pH vagina dan jangan gunakan sabun mandi. Jika anda mengkonsumsi antibiotik, jangan minum sembarangan, harus dengan resep dokter. Pakaian juga mempengaruhi, jika anda memakai celana, gunakan celana yang longgar, janagan terlalu ketat, karena mengakibatkan sirkulasi udara berkurang dan mudah timbulnya jamur.  Jika anda merasa terganggu segera konsultasi ke dokter anda.

Tags:
Jul
10
Posted by Azzahro

Qiyamul lail

“Dan pada sebagian tengah malam shalat tahajudlah kamu sebagai tambahan ibadah bagimu, semoga Tuhanmu menetapkan kamu pada tempat yang terpuji.” (QS. Al Israa’: 79).

Sejarah mencatat, ibadah mahdah yang pertama diperintahkan oleh Allah SWT adalah shalat. Imam Turmidzi meriwayatkan dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: “Shalat sunah yang utama setelah shalat fardhu adalah shalat tahajud.” (Abu Dawud).

Dalam QS. Al Muzzammil: 1-3, Allah SWT memerintahkan kepada orang yang berselimut (Nabi Muhammad SAW) bangun di malam hari untuk menjalankan shalat tahajud. Karena di samping mempunyai makna ibadah tambahan (QS. Al Israa’: 79), shalat tajahud dapat menghapus dosa, mendatangkan ketenangan dan menghindarkan penyakit (HR. Turmudzi).

Shalat tahajud merupakan ketaatan dan pendekatan yang dapat membukakan hati, membebaskan diri dari rutinitas sehari-hari, mendekatkan diri kepada Allah SWT, menerima cahaya-Nya, dan merasa akrab dalam kesendirian bersama-Nya. Namun, mengapa kita terkadang malas untuk mengerjakannya?

Dalam sebuah hadits diceritakan bahwa Rasulullah SAW pernah ditanya tentang seorang yang tidur nyenyak sehingga tidak bisa bangun malam untuk mengerjakan shalat tahajud. Kemudian beliau bersabda: “Itulah orang yang kedua telinganya telah dikencingi oleh setan.” (HR. Bukhari).

Dalam hadist di atas jelas bahwa seseorang yang enggan melaksanakan shalat tahajud diantaranya disebabkan oleh setan. Timbul dalam benak kita usaha apa yang harus kita lakukan agar setan tidak memperdaya kita? Ibnu Umar meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang tidur dalam keadaan bersuci, niscaya malaikat berdiam dalam selimutnya dan berdoa, ‘Ya Allah, ampunilah hambaMu si fulan karena tidur dalam keadaan suci.’”

Kalau kita cermati hadist ini terdapat sebuah anjuran kita tidur dalam keadaan suci supaya kita dijaga oleh malaikat dan terhindar dari tipu daya setan. Dengan demikian, insyaAllah kita bisa bangun tengah malam untuk bertahajud. Dengan melaksanakan shalat tahajud Allah SWT akan mengangkat derajat kita, baik dihadapan-Nya maupun dihadapan manusia. (QS. Al Israa’ : 79).

Selain itu ditinjau dari segi medis, shalat tahajud dapat mempengaruhi kerja jantung dan kelenturan tulang belakang. Penelitian ini dilakukan oleh para dokter dari kalangan kaum muslimin yang diselenggarakan di Kairo dan diikuti oleh perwakilan dari Rabuthah Al-Alam Al-Islam, Organisasi Ilmu-Ilmu Kedokteran Islam Amerika, Asosiasi Kedokteran Islam di Kuwait, Organisasi Masjid-Masjid Internasional, dan Universitas Al-Azhar.

Pada kesempatan itu Dr. Salwa Muhammad Rusydi, Guru Besar Universitas Hilwan pada Fakultas Pendidikan Olah Raga berpendapat, “Saya berpesan melalui forum ini agar semua pihak memberikan motivasi kepada setiap muslim agar rajin mengerjakan shalat secara umum dan khususnya shalat tarawih (termasuk juga shalat qiyaamul lail, Red.) yang telah terbukti manfaatnya bagi kesehatan tubuh. Suatu manfaat yang dapat dirasakan terutama pada peredaran darah, organ pernapasan, kelenturan sendi-sendi tubuh, khususnya tulang belakang. Tentunya hal ini sangat dibutuhkan oleh orang-orang berusia lanjut sebagai latihan untuk memelihara kestabilan tubuh dan sistem kerja jantung mereka.” (Majalah Al-I’tsham edisi 4 dan 5 Muharam/Safar, Desember 1980 halaman 20-21).

Nah, tidakkah hati kita tergerak untuk segera melaksanakan shalat tahajud?

Penulis: Umi Alifah, Mahasiswa Al-Ma’had Al-Aly, Pondok Pesantren Munawir Krapyak R, Krapyak Yogyakarta 55002,(Majalah Hidayah Edisi Maret 2005)

http://tahajudcallmq.wordpress.com/2007/06/16/qiyaamul-lail/

Tags:

Shalat ternyata tidak hanya menjadi amalan utama di akhirat nanti, tetapi gerakan-gerakan shalat paling proporsional bagi anatomi tubuh manusia. Bahkan dari sudut medis, shalat adalah gudang obat dari berbagai jenis pnyakit.

Allah, Sang Maha Pencipta, tahu persis apa yang sangat dibutuhkan oleh ciptaanNya, khususnya manusia. Semua perintahNya tidak hanya bernilai ketakwaan, tetapi juga mempunyai manfaat besar bagi tubuh manusia itu sendiri. Misalnya, puasa, perintah Allah di rukun Islam ketiga ini sangat diakui manfaatnya oleh para medis dan ilmuwan dunia barat. Mereka pun serta merta ikut berpuasa untuk kesehatan diri dan pasien mereka.

Begitu pula dengan shalat. Ibadah shalat merupakan ibadah yang paling tepat untuk metabolisme dan tekstur tubuh manusia. Gerakan-gerakan di dalam shalat pun mempunyai manfaat masing-masing. Misalnya:

Takbiratul Ihram

Berdiri tegak, mengangkat kedua tangan sejajar tlinga, lalu melipatnya di depan perut atau dada bagian bawah. Gerakan ini bermanfaat untuk melancarkan aliran darah, getah bening (limfe), dan kekuatan otot lengan. Posisi jantung di bawah otak memungkinkan darah mengalir lancer ke seluruh tubuh. Saat mengangkat kedua tangan, otot bahu meregang sehingga aliran darah kaya oksigen menjadi lancer. Kemudian kedua tangan didekapkan di depan perut atau dada bagian bawah. Sikap ini menghindarkan dari berbagai gangguan persendian, khususnya pada tubuh bagian atas.

Ruku’

Ruku’ yang sempurna ditandai tulang belakang yang lurus sehingga bila diletakkan segelas air di atas punggung tersebut tak akan tumpah. Posisi kepala lurus dengan tulang belakang. Gerakan ini bermanfaat untuk menjaga kesempurnaan posisi serta fungsi tulang belakang (corpus vertebrae) sebagai penyangga tubuh dan pusat saraf. Posisi jantung sejajar dengan otak, maka aliran darah maksimal pada tubuh bagian tengah. Tangan yang bertumpu di lutut berfungsi untuk merelaksasikan otot-otot bahu hingga ke bawah. Selain itu, rukuk adalah sarana latihan bagi kemih sehingga gangguan prostate dapat dicegah.

I’tidal

Bangun dari ruku’, tubuh kembali tegak setelah mengangkat kedua tangan setinggi telinga. I’tidal merupakan variasi dari postur setelah ruku’ dan sebelum sujud. Gerakan ini bermanfaat sebagai latihan yang baik bagi organ-organ pencernaan. Pada saat I’tidal dilakukan, organ-organ pencernaan di dalam perut mengalami pemijatan dan pelonggaran secara bergantian. Tentu memberi efek melancarkan pencernaan.

Sujud

Menungging dengan meletakkan kedua tangan, lutut, ujung kaki, dan dahi pada lantai. Posisi sujud berguna untuk memompa getah bening ke bagian leher dan ketiak. Posis jantung di atas otak menyebabkan daerah kaya oksigen bisa mengalir maksimal ke otak. Aliran ini berpengaruh pada daya pikir seseorang. Oleh karena itu, sebaiknya lakukan sujud dengan tuma’ninah, tidak tergesa-gesa agar darah mencukupi kapasitasnya di otak. Posisi seperti ini menghindarkan seseorang dari gangguan wasir. Khusus bagi wanita, baik ruku’ maupun sujud memiliki manfaat luar biasa bagi kesuburan dan kesehatan organ kewanitaan.

Duduk di antara sujud

Duduk setelah sujud terdiri dari dua macam yaitu iftirosy (tahiyat awal) dan tawarru’ (tahiyat akhir). Perbedaan terletak pada posisi telapak kaki. pada saat iftirosy, tubuh bertumpu pada pangkal paha yang terhubung dengan saraf nervus Ischiadius. Posisi ini mampu menghindarkan nyeri pada pangkal paha yang sering menyebabkan penderitanya tak mampu berjalan. Duduk tawarru’ sangat baik bagi pria sebab tumit menekan aliran kandung kemih (uretra), kelenjar kelamin pria (prostate) dan saluran vas deferens. Jika dilakukan dengan benar, posisi seperti ini mampu mencegah impotensi. Variasi posisi telapak kaki pada iftirosy dan tawarru’ menyebabkan seluruh otot tungkai turut meregang dan kemudian relaks kembali. Gerak dan tekanan harmonis inilah yang menjaga kelenturan dan kekuatan organ-organ gerak kita.

Salam

Gerakan memutar kepala ke kanan dank e kiri secara maksimal. Salam bermanfaat untuk bermanfaat untuk merelaksasikan otot sekitar leher dan kepala menyempurnakan aliran darah di kepala sehingga mencegah sakit kepala serta menjaga kekencangan kulit wajah.

Gerakan sujud tergolong unik. Sujud memiliki falsafah bahwa manusia meneundukkan diri serendah-rendahnya, bahkan lebih rendah dari pantatnya sendiri. Dari sudut pandang ilmu psikoneuroimunologi (ilmu mengenai kekebalan tubuh dari sudut pandang psikologis) yang di dalami Prof. Soleh, gerakan ini mengantarkan manusia pada derajat setinggi-tingginya. Mengapa?

Dengan melakukan gerakan sujud secara rutin, pembuluh darah di otak terlatih untuk menerima banyak pasokan oksigen. Pada saat sujud, posisi jantung berada di atas kepala yang memungkinkan darah mengalir maksimal ke otak. Artinya, otak mendapatkan pasokan darah kaya oksigen yang memacu kerja sel-selnya. Dengan kata lain, sujud yang tuma’ninah dan kontinu dapat memicu peningkatan kecerdasan seseorang.

Setiap inci otak manusia memerlukan darah yang cukup untuk berfungsi secara normal. Darah tidk akan memasuki urat saraf di dalam otak melainkan ketika seseorang sujud dalam shalat. Urat saraf tersebut memerlukan darah untuk beberapa saat tertentu saja. Ini berarti, darah akan memasuki bagian urat tersebut mengikuti waktu shalat, sebagaimana yang telah diwajibkan dalam Islam.

Riset di atas telah mendapat pengakuan dari Harvard University, Amerika Serikat. Bahkan seorang dokter berkebangsaan Amerika yang tak dikenalnya menyatakan diri masuk Islam setelah diamdiam melakukan riset pengembangan khusus mengenai gerakan sujud. Di samping itu, gerakan-gerakan dalam shalat sekilas mirip gerakan yoga ataupun peregangan (stretching). Intinya, berguna untuk melenturkan tubuh dan melancarkan peredaran darah. Keunggulan shalat dibandingkan gerakan lainnya adalah di dalam shalat kita lebih banyak menggerakkan anggota tubuh, termasuk jari-jari kaki dan tangan.

Sujud adalah latihan kekuatan otot tertentu, termasuk otot dada. Saat sujud, beban tubuh bagian atas ditumpukan pada lengan hingga telapak tangan. Saat inilah kontraksi terjadi pada otot dada, bagian tubuh yang menjadi kebanggan wanita. Payudara tak hanya menjadi lebih indah bentuknya tetapi juga memperbaiki fungsi kelenjar air susu di dalamnya.

Masih dalam posisi sujud, manfaat lain yang bisa dinikmati kaum hawa adalah otot-otot perut (rectus abdominis dan obliqus abdominis externus) berkontraksi penuh saat pinggul serta pinggang terangkat melampaui kepala dan dada. Kondisi ini melatih organ di sekitar perut untuk mengejan lebih dalam dan lebih lama yang membantu dalam proses persalinan. Karena di dalam persalinan dibutuhkan pernapasan yang baik dan kemampuan mengejan yang mencukupi. Bila otot perut telah berkembang menjadi lebih besar dan kuat, maka secara alami, otot ini justru menjadi elastis. Kebiasaan sujud menyebabkan tubuh dapat mengembalikan dan mempertahankan organ-organ perut pada tempatnya kembali (fiksasi).

Setelah melakukan sujud, kita melakukan gerakan duduk. Dalam shalat terdapat dua jenis duduk: iftirosy (tahiyat awal) dan tawaru’ (tahiyat akhir). Hal terpenting adalah turut berkontraksinya otot-otot daerah perineum. Bagi wanita, di daerah ini terdapat tiga liang yaitu liang persenggamaan, dubur untuk melepas kotoran, dan saluran kemih. Saat tawarru’, tumit kaki kiri harus menekan daerah perineum. Punggung kaki harus diletakkan di atas telapak kaki kiri dan tumit kaki kanan harus menekan pangkal paha kanan. Pada posisi ini tumit kaki kiri akan memijit dan menekan daerah perineum. Tekanan lembut inilah yang memperbaiki organ reproduksi di daerah perineum.

Pada dasarnya, seluruh gerakan shalat bertujuan meremajakan tubuh. Jika tubuh lentur, kerusakan sel dan kulit sedikit terjadi. Apalagi jika dilakukan secara rutin, maka sel-sel yang rusak dapat segera tergantikan. Regenerasi pun berlangsung dengan lancar. Alhasil, tubuh senantiasa bugar.

Menuru penelitian Prof. Dr. Muhammad Soleh dalam desertasinya yang berjudul “Pengaruh Shalat Tahajud terhadap Peningkatan Perubahan Respon Ketahanan Tubuh Imonologik: Suatu Pendekatan Neuroimunologi” dengan desertasi itu, Soleh berhasil meraih gelar doctor dalam bidang ilmu kedokteran pada program pasca sarjana Universitas Surabaya yang dipertahankannya beberapa waktu lalu.

Shalat tahajud ternyata bukan hanya sekedar shalat tambahan (sunah muakkad), tetapi jika dilakukan secara rutin dan ikhlas akan bisa mengatasi penyakit kanker. Secara medis, shalat tahajud mampu menumbuhkan respons ketahanan tubuh (imunologi) khususnya pada imunoglobin M, G, A, dan limfositnya yang berupa persepsi serta motivasi positif. Selain itu, juga dapat mengefektifkan kemampuan individu untuk menanggulangi masalah yang dihadapi.

Selama ini, ulama melihat ikhlas hanya sebagai persoalan mental psikis. Namun, sebetulnya permasalahan ini dapat dibuktikan dengan teknologi kedokteran. Ikhlas yang selama ini dipandang sebagai misteri dapat dibuktikan secara kuantitatif melalui sekresi hormon kortisol dengan parameter kondisi tubuh. Pada kondisi normal, jumlah kortisol pada pagi hari normalnya antra 38-690 nmol/liter. Sedangkan pada malam hari atau setelah pukul 24.00, jumlah ini meningkat menjadi 69-345 nmol/liter.

“Kalau jumlah hormone kortisolnya normal, dapat diindikasikan bahwa orang tersebut tidak ikhlas karena merasa tertekan. Demikian juga sebaliknya,” ujarnya seraya menegaskan temuannya ini membantah paradigma lama yang menganggap ajaran agama Islam semata-mata dogma atau doktrin.

Menurut Dr. Soleh, orang stress biasanya rentan sekali terhadap penyakit kanker dan infeksi. Dengan melakukan tahajud secara rutin dan disertai perasaan ihklas serta tidak terpaksa, seseorang akan memiliki respon imun yang baik serta besar kemungkinan terhindar dari penyakit infeksi dan kanker. Berdasarkan perhitungan medis, shalat tahajud yang demikian menyebabkan seseorang memiliki ketahanan tubuh yang baik.

Sumber: Eramuslim
http://tahajudcallmq.wordpress.com/2007/06/16/gerakan-shalat-bermanfaat-untuk-kesehatan-tubuh/

Tags: